Asam, Alkali, dan Garam dalam Printmaking July 7, 2008
Posted by adhisuryo in Uncategorized.Tags: seni grafis, printmaking, acid, lye, salt, nitric acid, sulfuric acid, hydrochloric acid, phosphoric acid, hydrofluoric acid, chromic acid, soda, potash, ammonia, nitrate, sulfate, chloride, phosphate, fluoride, carbonate, neutral copper acetate, potassium bichromate, verdigri, mordant, scour, etching, aquatint, lithography, photography, offset, asam, garam, alkali
trackback
ASAM (ACID)
- NITRIC ACID
Nitric acid adalah asam yang kuat. Dikenal juga dengan nama aqua fortis, seringkali dipakai dalam proses etsa. Nitric acid juga dapat dipakai untuk menggosok (scour) pelat dan mempersiapkan batu litho. Bentuk murninya cair dan tidak berwarna. Nitric acid bisa didapatkan dalam berbagai konsentrasi, misal 36°B, berarti mengandung 700 gram asam murni, atau 40°B (murni) yang berarti terdapat 875 gram asam murni per liter.
Nitric acid memiliki karakter gigitan/korosi yang langsung, sangat cepat, namun dangkal dan menyebar walaupun kuat. Korosif terhadap semua jenis metal, termasuk timah dan perak, kecuali aluminium dan kebanyakan stainless steel. Nitric acid juga korosif terhadap benda organik. Asam ini sangat sensitif terhadap perubahan temperatur (jangan pernah ditinggalkan terkena sinar matahari).
Berikut ini bahan-bahan yang tahan terhadap gigitan nitric acid: karet, gutta percha (latex), tar; aspal, wax, resin, paraffin, gelas, keramik, dan berbagai jenis plastik.
Ketika bersentuhan dengan metal nitric acid menghasilkan gelembung nitric oksida yang cenderung menutupi pelat dari korosi. Nitric acid harus disimpan dalam botol/wadah tertutup terbuat dari gelas atau batu dengan tutup yang dilapisi ground atau tutup khusus. Harus diperhatikan bahwa asam ini peka terhadap cahaya dan bisa rusak jika terlalu lama terkena cahaya. Karenanya harus disimpan di tempat gelap.
Uap dari nitric acid sangat beracun namun tidak berbahaya kalau tidak dihisap. Jangan menghirup uap yang keluar pada saat pengasaman. Tempat pengasaman dengan sirkulasi udara yang baik yang terus menerus harus tersedia jika bekerja dengan asam ini. Jika kulit terluka/terbakar oleh asam ini segera bersihkan dengan banyak air lalu dengan sodium carbonate dingin yang sudah disiapkan sebelumnya. Bisa juga dengan merekatkan plaster magnesium putih di daerah luka bakar.
konsentrasi nitric acid harus diturunkan menjadi sekitar 25° ketika mengetsa tembaga. Jika tidak bisa mempersiapkan bahan dengan menggunakan hydrometer, resep berikut bisa dipakai. Untuk gigitan yang kuat campurkan 1/3 asam dan 2/3 air, sedangakan untuk gigitan yang lebih lemah gunakan 1/4 asam dan 3/4 air. Untuk seng dan steel, larutan asam sebaiknya antara 5° dan 15°B. Campuran 5° bisa dibuat dengan 1 bagian asam dan 9 bagian air.
Jika asam ini digunakan untuk scouring* campurannya harus lebih lemah lagi: campurkan 50 ml asam untuk setiap 1000 ml air ke dalam tawas.
Ketika nitric acid dicampur dengan hydrochloric acid, campuran ini akan mampu menggigit emas dan platina [* aquatint, etching, and lithoqraphy.].
- SULFURIC ACID
Dikenal juga dengan nama vitriol atau minyak vitriol. Asam ini kuat, cair dan tidak berwarna. Bisa didapat dalam berbagai konsentrasi. 53°B (1054 gram asam per liter), 61-62°B (1415 gram/liter) dan 66°B (1760 gram/liter). Yang paling kuatlah yang paling cocok untuk digunakan secara teknis.
Asam ini korosif sekali terhadap semua bahan organik dan metal yang sering digunakan dalam printmaking kecuali tembaga dan timah. Asam ini lebih berbahaya daripada nitric acid. Jika air dituangkan ke dalam asam ini, akan timbul percikan dan kenaikan temperatur. Untuk asam ini, jangan pernah memasukkan air ke dalam asam, tapi sebaliknya masukkan asam ke dalam air.
Jika terkena dan terluka oleh asam ini jangan disiram dengan air keran atau air mengalir. Lebih baik memasukkan ke dalam bak penuh air, keringkan daerah yang terluka, lalu cuci kembali dengan air ammonia atau tutupi daerah yang terluka dengan plaster sodium bicarbonateI dingin yang sudah disiapkan.
Sulfuric acid yang digunakan untuk baja/steel dengan kandungan karbon sedikit sebaiknya dibuat dengan proporsi sebagai berikut: satu bagian asam dan dua bagian air. Gigitan larutan ini akan sangat cepat namun lebih kasar daripada nitric acid. Garis akan teretsa lebih dalam dan lebar.The result will be that the lines etched will be deep and wide.
Sulfuric acid juga digunakan untuk menghilangkan lapisan baja (steelfacing) dari pelat tembaga karena asam ini menyerang steel tanpa bereaksi dengan tembaga di bawahnya. Dan akhirnya, asam ini juga digunakan untuk membersihkan lapisan gelas dari pelat yang digunakan untuk photo-engraving.
- HYDROCHLORIC ACID
Asam ini adalah asam kuat yang tidak berwarna (dalam keadaan 22°B mengandung 300 gram asam per liter dan dianggap murni). Biasanya digunakan dalam keadaan 20°B yang berwarna kuning. Sangat korosif dan mudah larut dalam air. Walaupun korosif asam ini tidak membakar kulit seperti dua asam sebelumnya (nitric dan sulfuric acid) kecuali dibiarkan supaya terbakar setelah beberapa lama. Karenanya terkadang asam klorida yang diencerken digunakan untuk membersihkan tangan yang sangat kotor (namun pastikan mencuci bersih kembali tangan setelahnya). Uap asam klorida dalam jumlah besar sangat berbahaya karena dapat menimbulkan ledakan.
Biasanya digunakan untuk mengetsa seng dan baja/steel, dengan 4-5 bagian air. Asam ini juga dapat mengetsa stainless steel dengan baik jika dicampur dengan 1-2 bagian dengan air (atau kurang jika perlu). Jika digunakan untuk menggosok pelat larutkan dengan 1:10 bagian air.
D. PHOSPHORIC ACID
Biasanya disebut juga dengan nama orthophosphoric acid, bisa didapat dalam bentuk liquid yang tidak berwarna dan tidak berbau. Ada tiga konsentrasi asam yang biasanya tersedia: 37,5°B, 60°B, and 45°B. Biasanya phosphoric acid 45°B yang dipilih untuk mengasam. Mengandung 65% asam murni dan sangat mudah larut dalam air.
Asam ini sangat bagus untuk menggosok metal yang mengandung besi (ferrous metal), utamanya asam ini digunakan sebagai salah satu komponen untuk mempersiapkan seng dan aluminium untuk proses lithography dan offset.
E. HYDROFLUORIC ACID
Adalah asam kuat yang tersedia secara komersil dalam bentuk cair dari gas dengan nama yang sama. Biasanya mengandung 70% asam murni dan tidak berwarna. Sangat korosif, akan menggigit semua metal begitu juga gelas dan keramik. Disimpan dalam sebuah gutta-percha atau kontainer plastik. Biasanya, dalam bentuk cair, digunakan untuk mengetsa gelas dan keramik dan menggosok cast iron.
F. CHROMIC ACID
Lebih tepatnya asam ini adalah chromic anhydride, kristal yang dapat diencerkan dengan air, bisa didapatkan dalam bentuk jarum-jarum berwarna merah gelap. Kristal ini sangat mudah encer, mudah membakar kulit, dan bertindak sebagai pengoksidasi. Asam yang dibuat dari kristal ini menyerang setiap bahan organik. Ketika berbentuk kristal dapat menyebabkan fenomena auto-combustion ketika bersentuhan dengan kertas. Kristal ini biasanya digunakan sebagai komponen dalam litho dan larutan offset.
G. ASAM LEMAH
Beberapa jenis asam lemah digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung di dalam printmaking.
Acetic acid bisa di dapatkan dalam dua konsentrasi liquid: 8°B yang berupa 40% asam dan yang lebih besar bervariasi antara 98% dan 100%. Asam ini sangat mudah larut dalam air dan akan membeku di bawah temperatur 17°C.
Acetic acid bersifat mudah membakar kulit namun akan menggigit pelat dengan akurat dan dalam. Di masa lalu acetic acid dicampur dengan nitric acid untuk mengetsa pelat seng dan steel. Namun, campuran ini berbahaya karena bisa meledak. Saat ini acetic acid lebih sering digunakan dicampur dengan bahan lain dalam offset dan litho.
asam lemah lainnya adalah citric acid yang bisa didapat dalam bentuk kristal tak berwarna (bubuk) yang rasanya seperti lemon. Asam ini juga mudah larut dalam air. Terutama dipakai dalam fotografi, llitho, dan offset.
Oxalic acid berbentuk kristal, mudah larut, dan sangat mudah membakar kulit. Digunakan untuk mempersiapkan bahan pelitur dan juga sebagai sebuah komponen dalam steel mordants.
Beberapa tambahan asam : tartaric acid, digunakan dalam fotografi, dan litho-offset, qallic acid, dan hydrofluosilic acid.
ALKALI
A. SODA
Caustic soda dijual dalam botol labu (leher kecil), dalam bentuk padat atau larutan terkonsentrasi yang disebut lye atau larutan alkali. Ada dua macam soda yang tersedia di pasaran, yang pertama washing soda (Solvay soda) yang berupa bahan mentah, dan alcohol soda yang telah dimurnikan. Dalam bentuk padatan soda menyerap kelembaban di sekitarnya, itu sebabnya soda padat disimpan dalam wadah plastik kedap udara bukannya dalam botol. Larutan alkali lebih mudah digunakan dan disimpan (juga lebih murah) dan tersedia dalam beberapa konsentrasi: 36°B atau 33% soda murni (alkali pencuci), 40°B (37%), 45°B (42%), dan 50°B (50%). Dengan adanya alkali kita tidak perlu berurusan dengan mencampur soda murni yang sulit dan juga berbahaya.
Hindari memakai bongkahan soda, karena bongkahan ini harus dipecah dan ada kemungkinan serpihan yang terkena mata. Untuk alasan yang sama jangan pernah mempersiapkan larutan alkali dengan air panas karena dapat menimbulkan panas yang berlebihan dan percikan. Untuk mempersiapkan larutan ini masukkan sedikit soda ke dalam air dingin dan harus benar-benar tercampur. Pengukuran harus dilakukan menggunakan hydrometer Baumé pada suhu yang tetap.
Jika terluka bakar oleh soda ini, cuci bersih daerah yang terbakar dan beri plaster borax atau sodium bicarbonate. Noda pada pakaian dapat dihilangkan jika dibersihkan segera dengan cairan yang sedikit asam.
Caustic soda bekerja pada aluminium, seng, will attack aluminium, zinc, lapisan timah dan galvanized iron (besi berlapis seng), enamel, dan semua benda organik. Dapat digunakan sebagai pemutih, pembersih, membersihkan sumbatan dalam pipa, dan terutama digunakan untuk menggosok pelat logam (dalam hal ini harus dicampur dengan pemutih), dan menyeka sisi dan batas plat atau tinta yang tersisa di daerah putih plat sebelum dicetak. Larutan ini digunakan menghilangkan tinta atau ground pada plat, terkadang dijual dengan nama yang menyesatkan “potassium”. Larutan soda juga digunakan dalam proses silkscreen untuk membersihkan screen (screen harus dibersihkan tanpa disentuh) dan untuk menghilangkan sisa-sisa minyak sebelum memasang film. Akhirnya, larutan ini juga digunakan dalam proses developing di fotografi.
B. POTASH
Caustic potash bisa didapat dalam bentuk yang sama dengan soda. Dalam bentuk padatan jauh lebih sensitif terhadap kelembaban udara bila dibandingkan dengan soda. Potash alkali tersedia dalam dua konsentrasi umum: 36°B (44,5%) dan 40°B (52%). Karakteristiknya sama dengan soda namun harganya lebih mahal daripada soda dan karenanya jarang dipakai.
C. AMMONIA
Ammonia adalah larutan terkonsentrasi dari gas ammonia dan memiliki bau/aroma yang sangat kuat. Bisa didapatkan dalam tiga konsentrasi: 22°B (20% gas, alkali), 25°B (27% gas), and 28°B (34% gas). Larutan ini mudah menguap sehingga harus disimpan dalam botol labu dan tempat yang sejuk. Digunakan sebagai pembersih dalam litho-offset.
GARAM
Garam terbentuk ketika asam dicampurkan dengan basa. Setiap asam dapat digunakan untuk membuat berbagai macam garam. Karenanya terdapat banyak garam yang berbeda namun tidak semua digunakan dalam printmaking. Sebagaimana asam, garam bisa sensitif terhadap kelembaban atau mengkristal.
A. GARAM NITRIC ACID (NITRAT)
Sisa nitrat lebih dulu digunakan untuk metal/logam dan menghias senjata jauh sebelum penggunaan nitric acid. Potassium nitrate, dikenal juga sebagai saltpeter, aluminium nitrate, dan sodium nitrate digunakan dalam litho dan offset. Semuanya adalah bubuk yang larut dalam air. Cellulose nitrate digunakan untuk membuat lapisan koloid (gel) yang sensitif terhadap cahaya yang digunakan dalam pemindahan fotografi ke metal / logam. Lead nitrate digunakan untuk mempertebal blok / plat, sementara silver nitrate digunakan dalam pembuatan plat yang sensitif terhadap cahaya.
B. GARAM SULFURIC ACID (SULFAT)
Garam jenis ini tidak banyak digunakan dalam printmaking. Copper sulfate dulu digunakan untuk mewarnai air di dalam botol besar, digunakan sebagai kaca untuk menyinari plat yang sedang dikerjakan (lihat verdigri, bawah). Aluminium sulfate bongkahan putih yang larut dalam air dan digunakan untuk menempelkan kertas dan mempersiapkan pernis/lacquer. Sodium sulfite digunakan dalam proses memutihkan kertas dan dalam fotografi. Sodium bisulfite digunakan dalam litho dan offset sementara sodium hyposulfite digunakan dalam fotografi.
C. GARAM HYDROCHLORIC ACID (KLORIDA)
Calcium chloride digunakan sebagi pengering dan ditempatkan dalam graining boxes (dalam proses aquatint) untuk menjaga agar resin tetap kering dan bebentk bubuk. Juga untuk menjaga pelat photo-engraving dan pelat offset tetap kering ketika disimpan dalam kotak kedap udara. Calcium chloride bisa didapat dalam bentuk padatan atau serpihan dan dapat menyerap cukup banyak kelembaban udara. Antimony trichloride digunakan untuk meletakkan sebuah patina di atas logam besi. Mercury bichloride adalah kristal tak berwarna yang larut dalam air, alkohol, dan gliserin, sangat beracun. Digunakan dalam fotografi, untuk meletakkan sebuah patina di atas logam, juga untuk menggigit plat aluminium. Zinc chloride digunakan untuk menggosok plat.
Di masa lalu sodium chloride (garam meja) dogunakan sebagai komponen pengkorosi/mordant (bersama cuka yang dimurnikan) was used as a mordant component (along with rectified vinegar), dan sebagai butiran untuk membuat permukaan berbutir dalam aquatint. Ammonia chloride, atau sal ammoniac, adalah sebuah komponen mordant yang dijelaskan oleh Abraham Bosse’s tentang engraving menggunakan cuka, garam meja dan verdigri. Juga digunakan dalam steelfacing bersama iron sulfate. Ammonia chloride juga digunakan bersama verdigri dan garam meja untuk membuat honey mordant* yang digunakan untuk gigitan detail pada plat tembaga.
Kategori garam berikutnya adalah iron perchloride ( ferric chloride ) yang merupakan salah satu garam yang paling sering digunakan dalam printmaking (terutama aquatint), photogravure, dan untuk meletakkan patina di atas metal.
Iron perchloride bisa didapat dalam bentuk kristal berwarna coklat atau kuning yang sangat sensitif terhadap kelembaban karenanya harus terlindung dari udara. Dulu pembuat photogravure membuatnya sendiri untuk memastikan mendapat hasil yang bagus. Ahli kimia, Bonnet, penulis “a treatise on photogravure”, memberi resep berikut: “Masukkan paku dan jarum ke dalam pot/jambangan tembikar lalu siram dengan “aqua reqia” (1 bagian nitric acid ke dalam 3 bagian hydrochloric acid). Hal ini harus dilakukan di tempat terbuka, karena beberapa detik setelah sentuhan asam dengan besi akan dihasilkan aliran uap hyponitric acid yang deras yang sangat berbahaya. Campuran ini harus diaduk sekali waktu. Jika perlu, campuran dapat dipanaskan untuk mempercepat reaksi namun hal ini tidak selalu perlu. Hasil dari reaksi ini adalah larutan berwarna kuning-kecoklatan yang cukup tebal dan isinya terutama adalah iron perchloride dengan beberapa iron nitrate dan sedikit asam bebas, dll. Ini adalah campuran yang sangat baik untuk photogravure dan walau tidak murni namun sangat superior”. Saat ini iron perchloride bisa didapatkan secara komersil dalam kualitas yang sangat baik.
Umumnya, larutan mordant dibuat dari kristal walaupun mungkin bisa ditemukan larutan yang sudah siap pakai. Larutan dibuat dengan mencapur 10 kilogram kristal dengan 3 liter air pada temperatur 15° Celcius. Padatan iron perchloride diletakkan dalam wadah plastik, karet, batu pasir, dsb. dengan bukaan yang cukup luas untuk mencampur semua bahan (proses mencampur ini harus terus dilakukan selama sekitar 20 menit). Setelah didinginkan ukur sampel dari larutan dan turunkan konsentrasinya dengan menambahkan air sampai menjadi 46°B.pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati-hati karena konsentrasi larutan yang dibuat tadi antara 50° dan 48°B. hati-hati dalam menambahkan air, karena konsentrasinya akan menurun dengan sangat cepat. Ingat untuk mengocok campuran dan pastikan temperaturnya di sekitar 18° dan 20° Celcius sebelum menggunakan hydrometer. Larutan yang benar akan mencapai 46° dalam pengukuran hydrometer. Pengukuran harus dilakukan dalam kontainer yang tinggi dengan ketebalan proporsional dengan kuantitas yang akan diukur. Deposit/sisa yang pucat dihasilkan oleh proses pencampuran pertama ini sebaiknya disimpan dan digunakan untuk memperkuat larutan atau membuat larutan yang baru. Penanganan garam ini harus dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan sarung tangan. Faktanya, iron perchloride cukup caustic (membakar kulit) walaupun tidak sekorosif asam kuat. Garam ini akan membuat tangan menjadi kuning dan berbintik dan juga menyerang pakaian. Larutan iron perchloride 46° sebaiknya disiapkan dalam jumlah yang besar karena seringkali digunakan sebagai mordant dan bahan untuk membuat larutan 41°, 36°, dan 33° untuk gigitan yang berbeda, relief etching, menggosok dll. Botol dengan label yang menunjukkan konsentrasi yang berbeda-beda harus ada. Lebih jauh lagi, larutan harus ditambahkan 2 gram irisan/serpihan tembaga untuk setiap 100 cm3 larutan atau dengan menambahkan 5 atau 10% larutan yang lama ke dalam larutan yang baru. Alasannya karena larutan yang baru akan menggigit terlalu banyak dan dangkal. Larutan ini paling baik digunakan saat sudah berwarna coklat yang berarti sudah perada di tahap pertengahan antara transparan dan hitam. Dalam pemakaian nantinya larutan ini akan melemah. Hal ini terjadi bersamaan ketika larutan ini melarutkan logam dan bertambah berat. Dalam kasus tembaga, akan didapat peningkatan 1°B setiap 10 gram tembaga terlarut per liter, namun, pada saat yang sama, konsentrasi iron perchloride menurun 10%. Mordant yang bekas pakai akan menggigit dengan lambat dan tidak teratur, yang menjadi tanda harus diganti. Sebagian dari mordant yang lama bisa disimpan untuk memastikan konsentrasi yang tetap (10 sampai 15 gram tembaga per liter adalahjumlah yang tepat). Umur mordant dan kandungan tembaganya bisa dilihat dari warna larutan. Mordant yang masih “fresh” akan berwarna coklat kemerahandan tembus cahaya lalu menjadi coklat dan suram setelah beberapa kali gigitan, perlahan menjadi hitam. Pada tahap akhir akan mulai dihasilkan selubung berwarna hijau. Tahapan yang berbeda-beda ini terkait dengan kandungan tembaga: 15 sampai 20 gram tembaga per liter ketika coklat, mencapai 50 gram per liter ketika hitam, dan di atas 35 gram per liter ketika mulai muncul warna hijau (yang juga adalah tanda bahwa larutan sebaiknya diganti). Jika diperlukan, simpan contoh mordant yang bagus (dengan karakteristik yang sudah diketahui sebelumnya) dalam tabung tes dan gunakan sebagai contoh untuk dibandingkan dengan mordant yang akan dipakai. Nantinya akan ditemukan bahwa sebaiknya larutan yang baru saja dibuat dibiarkan beberapa hari sebelum digunakan.
Larutan sebaiknya disimpan dalam botol atau panci tertutup untuk mencegah kontak dengan udara. Lebih jauh lagi, larutan harus disimpan pada suhu yang sama dengan pada saat digunakan. Saat ini ferric chloride (=iron perchloride) lebih sering digunakan karena lebih sedikit racunnya. Terutama ketika penggunaan wadah etching vertikal dapat mengatasi masalah sedimentasi kristal. The Edinburg Etch dibuat dari ferric chloride dengan tambahan citric acid. Meningkatkan kualitas etsa dan mempercepat prosesnya.
D. GARAM PHOSPHORIC ACID (FOSFAT)
Sodium, potassium, dan ammonia phosphate terkadang digunakan dalam litho and offset.
E. GARAM HYDROFLUORIC ACID (FLORIDA)
Sodium fluoride digunakan untuk glass etching sementara ammonia fluoride digunakan dalam Iitho-offset.
F. GARAM CARBONIC ACID (KARBONAT)
Lime carbonate, dikenal sebagai kapur, dijual dengan berbagai nama seperti Meudon putih. Digunakan sebagai zat pewarna dan persiapan penggosokan, dalam hal ini dibasahi dengan alkali. Soda carbonate, terkadang disebut Solvay’s soda, digunakan dalam fotografi dan sebagai penetralisir jika terkena/terluka akibat asam.
Beberapa macam garam lainnya yang perlu diketahui.
Neutral copper acetate dulunya dibuat dengan cara mengoksidasi tembaga dengan cuka dan ini tidak lain adalah verdigri yang disebut oleh Bosse sebagai “verd de gris ou verd de cuivre” dan digunakan sebagai komponen hardground etching-nya. Bosse juga menambahkan bahwa verdigri tidak boleh mengandung sedikitpun tembaga dan dan biji anggur di dalamnya. Faktanya, verdigri dibuat dari fermentasi anggur di daerah Montpellier. Verdigris ketika dibeli, berbentuk kristal biru yang sangat mudah larut dalam air dan akan menjadikan larutan berwarna biru atau kehijauan tergantung konsentrasi larutan. Larutan ini dulu juga digunakan dalam botol besar untuk menyebarkan cahaya sama halnya dengan penggunaan copper sulfate (atas).
Potassium bichromate, selain digunakan untuk litho juga digunakan sebagai komponen mordant untuk soft etching grounds*.
ULASAN
Sebagaimana terlihat di atas, berbagai bahan tersebut digunakan dengan berbagai macam cara. Karenanya bahan-bahan tersebut dikelompokkan dan bukannya dibahas satu persatu.
Bahan-bahan ini bisa didapat dalam berbeagai bentuk, entah padat atau cair. Dalam bentuk padatan sifatnya bisa deliquescent, secara alami menyerap kelembaban udara dari lingkungan sehingga menjadi cair. Bisa juga efflorescent jika, sebaliknya, cenderung kehilangan kelembabannya.
Beberapa bahan di atas tergolong berbahaya sehingga penyimpanan dan penggunaannya harus disertai tindakan pencegahan yang terkadang menimbulkan konflik tanggung jawab dengan perusahaan asuransi. Beberapa asam dapat secara spontan menimbulkan api ketika bersentuhan dengan kertas, sedotan, dlll.
Ketika berbicara tentang konsentrasi larutan, selalu diukur dalam derajat Baumé dan diukur dengan hydrometer. Larutan harus diletakkan dalam tabung tes yang memiliki ukuran dan pembacaan dilakukan pada level yang dicapai larutan di hydrometer yang mengambang. Untuk asam yang benar-benar dilarutkan gunakan hydrometer yang bisa membaca sampai O° Baumé. Ingat bahwa pengukuran harus dilakukan pada temperatur yang sama, karena panas akan mempengaruhi pembacaan.
Ketika dicampur air beberapa asam melepaskan banyak panas dan fenomena ini harus diingat ketika mengukur kekuatan larutan dengan hydrometer. Dalam kasus ini larutan harus didinginkan terlebih dahulu sebelum diukur.
Asam harus dimasukkan/dituang ke dalam air bukan sebaliknya untuk mencegah terjadinya percikan yang berbahaya. Penuangan harus dilakukan dengan perlahan karena tindakan yang tiba-tiba akan meningkatkan panas yang bisa merusak wadah yang sedang digunakan. Larutan harus disimpan dalam kontainer yang benar-benar tertutup dan diberi label dengan benar untuk mencegah kebingungan.
SUMBER
http://www.polymetaal.nl/beguin/alfabet.htm

jika bisa… penjelasan harus dari kimia dasarnya…..