Edinburgh Etch dan Salin Sulphate Etch July 21, 2008
Posted by anna josefin in Uncategorized.Tags: acid, aluminium, baja, brass, citric acid, copper, copper sulphate, edinburgh etch, etching, etsa, ferric chloride, non toxic print, perunggu, printmaking, saline sulphate etch, seng, seni grafis, sodium chloride, steel, tembaga, zinc
trackback
Edinburgh Etch dan Salin Sulphate Etch
Etching atau etsa berkaitan dengan proses menggerus logam yang selama ini lebih akrab dengan asam yang beracun. Sebenarnya ada alternatif lain selain menggunakan asam yang berbahaya, salah satunya dengan elektrolisis (Galv-Etch / Electro-Etching). Bagi sebagian orang Galv-Etch mungkin terlalu lama dan merepotkan, apalagi jika ingin menyusun dari awal. Namun masih ada cara untuk mengurangi efek berbahaya dari asam.
Edinburgh Etch untuk Tembaga dan Perunggu
Edinburgh etch ditemukan oleh Friedhard Kiekeben. Edinburgh Etch adalah campuran antara larutan Ferric Chloride dan Citric Acid.
Ferric chloride dapat digunakan alternatif yang lebih aman daripada nitric acid dalam etsa, karena tidak menghasilkan gas beracun, hanya sedikit iritasi jika terkena kulit, dan bisa menghasilkan gigitan yang akurat. Namun ferric chloride jarang sekali dipakai karena waktu yang dibutuhkan sangat lama. Ferric chloride akan menghasilkan sedimen di daerah yang teretsa/tergigit asam sehingga proses etsa berhenti.
Citric Acid adalah katalis yang digunakan untuk mempercepat proses etsa dengan menggunakan ferric chloride. Citric Acid akan mencegah terjadinya sedimentasi yang bisa menghentikan proses etsa. Citric acid (anhydrous) berwarna putih dan berbentuk bubuk, karena itu tetap gunakan masker dan goggle/pelindung mata.
Demi keamanan etsa berbasis ferric chloride sebaiknya tidak digunakan untuk ZINC / SENG dan ALUMINIUM karena dapat menghasilkan panas, gas hidrogen dan uap klorin! Sebaiknya menggunakan Salin Sulfat untuk mengetsa Seng dan Aluminium. Dan tetap gunakan sarung tangan dan pelindung mata karena bagaimanapun bahan-bahan ini bersifat korosif.
catatan: untuk mengetahui apakah larutan Edinburgh Etch atau ferric chloride masih cukup bagus atau tidak, gunakan strip/lembaran panjang kertas ke dalam larutan; warna oranye yang terang berarti masih baru, kalau berwarna hijau gelap berarti larutan sudah harus diganti.
Membuat Larutan Edinburgh Etch
Larutan yang akan dibuat terdiri empat bagian larutan ferric chloride dan satu bagian larutan citric acid.
- Buat larutan ferric chloride jenuh.(40%)
- Buat larutan citric acid, 3 atau 4 bagian air panas dan 1 bagian citric acid.
- Campurkan keduanya secara perlahan.
Contoh : (4 liter air + 1600 g ferric chloride) + (1 liter air panas + 300 g citric acid bubuk)
Temperatur mempengaruhi kecepatan etsa, edinburgh etch bekerja dengan sangat baik pada kondisi hangat (18ºC sampai 30ºC). Larutan ini dapat bertahan lama, sebuah wadah besar dan penuh, digunakan setiap hari, dan ditambah sekali waktu, bisa tetap aktif selama bertahun-tahun.
Saline Sulfate Etch untuk Seng, Aluminium, Steel
Metal-metal yang berwarna perak, seperti seng, aluminium, steel bisa di etsa dengan menggunakan Saline Sulfat.
Basis larutan ini adalah larutan Copper Sulphate / Tembaga Sulfat. Waktu yang dibutuhkan untuk mengetsa dengan copper sulfat saja akan sangat lama. Karena itu dibutuhkan katalis yang bisa mempercepat proses etsa dan memperpanjang usia larutan.
Katalis tersebut adalah Sodium Chloride. Campuran ini disebut Saline Sulphate, bekerja tiga kali lebih cepat untuk mengetsa pelat seng, dibanding copper sulphate. Selama proses etsa akan dihasilkan sedimen namun mengapung-apung. Sebaiknya dibersihkan untuk memperpanjang usia larutan ini.
Membuat Larutan Saline Sulphate
Larutan ini terbuat dari perbandingan yang sama antara copper sulphate kering dan sodium chloride dicampur dalam air hangat.
- Letakkan copper sulphate dan sodium chloride di wadah, di campur terlebih dahulu. (100g copper sulfate + 100g sodium chloride)
- Masukkan 500 ml air panas, aduk larutan sehingga berubah warna jadi hijau.
- Tambahkan 500 ml – 1 liter air hangat ke dalam larutan, teruskan mengaduk larutan, larutan biasanya tercampur setelah 5-10 menit pengadukan menghasilkan cairan berwarna hijau gelap.
Untuk studio yang dipakai banyak orang, ada baiknya menggunakan wadah yang lebih besar dan jumlah larutan yang lebih banyak sehingga larutan lebih bisa bertahan lama.
sumber:
http://www.nontoxicprint.com

na… lu pengen jadi printmaker terus ya?..
sampe diniatin bikin blog gini…
yap… hehe, mudh-mudahan sih terus di printmaker.
ehlink gw taro ditempat u dong, ntar blog u gw taro di tempat gw juga
ya ampun, seperti kuliah online. ky orang bener aja sih lu na. hahaha.. *wink wink*
tau nih, kayak jago ajah yah, padahal mah cuma translet dari web laen
Ikutan yach…. btw, anna…. boleh minta alamat web yang anna translate g? perlu bangeut euy….
makasi ya..
itu di atas kan dah di kasih alamatnya ^v^
http://www.nontoxicprint.com