jump to navigation

Prong Collar atau Pinch Collar atau German Training Collar August 22, 2008

Posted by anna josefin in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Sudah beberapa kali ditanya teman-teman penyayang anjing soal collar yang dipakai Onyx jalan-jalan ataupun latihan.

“Itu apaan sih?”, “Nggak sakit ya?”, “Kasihan…”, …

Namanya prong collar, atau pinch collar, atau german training collar. Walaupun terlihat seperti alat penyiksa, prong justru lebih aman daripada choke chain yang biasa. Prong digunakan untuk latihan dan dilepas ketika telah selesai. Jadi prong tidak digunakan sepanjang waktu seperti choke chain yang justru berbahaya.

Kalau nggak percaya coba deh di paha kita dipasang choke chain terus tarik seperti anjing kita lagi narik atau kita mencoba koreksi anjing kita. Lalu ganti pake prong dicoba hal yang sama. Gimana…???

Itu dikarenakan sistem kerja prong yang menyerupai gigitan induk anjing pada anaknya. Gigi-gigi yang ada dibuat sedemikian rupa agar cukup mengagetkan anjing tanpa mampu masuk atau melukai anjing. Pada waktu anjing masih puppy, dia juga sering berbuat salah, nah perbuatan itu juga dikoreksi loh sama induknya. Pengkoreksian ini berupa gigitan mulai dari halus hingga keras pada tengkuk atau leher puppnya. Sistem pencengkraman pun dilakukan dari dua arah, sehingga gesekan dapat diminimalisir. Sedangkan pada choke chain, sistem pencengkraman hanya ada dari satu arah. Ini menyebapkan gesekan yang terjadi cukup besar. Tekanan hanya terpusat pada satu titik saja, sedangkan prong membuat tekanan menyebar merata. Rantai choke yang menempel keseluruhan pada kulit anjing juga menyebapkan panas pada daerah tersebut. Pemakaian prong untuk anjing tipe penarik seperti Onyx dan tuannya yang kecil seperti saya, dapat membuatnya aman saat berjalan di jalan raya, mengurangi tarikan dan cedera leher karena membuat Onyx ogah menarik, juga mudah dalam hal pengkoreksian. Bila dalam kasus ini Onyx memakai choke chain, maka saya mungkin sudah terseret-seret oleh Onyx, Onyx tertabrak mobil, ataupun mengalami cedera leher. Pemakaian prong juga disesuaikan perlu tidaknya berdasarkan SIFAT DAN KARAKTERISTIK anjing, dan BUKAN berdasarkan trah atau besar-kecilnya anjing.

Kita sebagai pemilik pasti ingin menjadi leader dari anjing kita dong, bukan justru menjadi penyiksa.

Untuk perbandingan aja, ini studi tentang prong di Jerman. (http://www.cobankopegi.com/prong.html)

* 100 anjing menjadi subjek, 50 menggunakan choke chain and 50 menggunakan prong collar.

* Anjing-anjing ini dipelajari seumur hidupnya. Ketika anjing ini mati, dilakukan otopsi.

* Dari 50 anjing yang memakai choke chain, 48 mengalami cedera di leher, trachea (batang tenggorok), atau bagian leher belakang. 2 diantaranya dianggap karena sebab genetik. Dan 46 sisanya disebabkan karena trauma.

* Dari 50 anjing yang memakai prong, 2 mengalami cedera di bagian leher, 1 karena sebab genetik. 1 karena trauma.

Jika anjing anda mengelak saat mau dipakaikan choke untuk diajak jalan-jalan, bisa jadi dia trauma sama choke-nya. Kalau Onyx sih, melihat atau mendengar saya mengambil prong, dia langsung menggoyangkan ekornya dan mendekati saya. Karena yang ada di kepalanya adalah “prong=jalan-jalan”

Prong itu cuma alat bantu untuk meningkatkan keamanan anjing dan pemiliknya. Jadi tetap harus digunakan dengan bijaksana. Anjing yang sebaiknya tidak menggunakan prong misalnya jika anjing mengalami kerusakan trachea parah sehingga tidak diperbolehkan sama sekali terjadi tarikan di sekitar leher dan anjing yang justru menjadi agresif setelah mengalami koreksi.

Prong collar bisa terlepas ketika digunakan, ada baiknya dibackupnya dengan slip collar. Prong Collar bisa terlepas jika tidak terpasang dengan tepat. Dengan memakai backup kita masih bisa mengontrol anjing ketika prong terlepas. Onyx belum memakai backup sampai saat ini, tapi beberapa hari yang lalu prongnya lepas. Untungnya si Onyx langsung lari ke saya, yang megang waktu itu teman saya, dan yang memasangkan prong saya. hehehe bodoh ya … =]

Melatih anjing itu bukan berarti tanpa resiko cedera. Jadi ada baiknya jika kita belajar dulu bagaimana menggunakan peralatan-peralatan latihan dengan benar, atau bertanya terlebih dulu.

Nah sekarang soal gimana cara memasang prong collar, jangan sampai kaya penjaga petshop waktu itu yang bilang, “Mas cara makenya salah, harusnya durinya keluar”. Parah juga ini, jualan barang tapi ga tahu kegunaannya.

Prong dipasang tepat di bawah telinga dan rahang anjing. Jangan sampai terlalu ke bawah.

Jika kita memasang prong dengan benar, ring yang akan dipasang kekang terletak di samping.

Oh ya jangan lupa membuat anjing terbiasa dulu dengan prong. Onyx suka sekali dengan prong, setiap ada bunyi gemericik prong yang ditarik dari dalam kotak, Onyx langsung lari dan duduk manis minta dipasang prong. Onyx tahu kalau prong diambil itu artinya jalan-jalan dan latihan. And it’s fun!

Ok segitu dulu tentang prongnya Onyx.

Mana Onyxnya ya???

Comments»

No comments yet — be the first.